Menulis Cerita Sejarah Pribadi
Pohon Teduh Tersapu Angin
Karya : Agata Ariningrum / XII MIPA
SMA VIRGO FIDELIS BAWEN
Namaku Agata, Agata Ariningrum Putri Winanti, aku lahir di salah satu kota yang cukup asri, kota tersebut berada di Jawa Tengah yaitu kota Salatiga. Aku memang asli keturunan Jawa. Ayahku masih merupakan keturunan dari Kraton Solo, dan ibuku pun lahir di Jawa Tengah. Ayahku bernama R Wahyu Toto Wardono dan ibuku bernama Katarina Jariah. Aku merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara, jadi aku merupakan anak terakhir dan merupakan satu – satunya perempuan yang telah dilahirkan oleh ibuku. Umurku terpaut cukup jauh dengan kakak – kakakku. Selisih umurku dengan kakakku yang pertama yaitu 14 tahun dan aku dengan kakakku yang kedua selisih 8 tahun. Kakakku yang pertama bernama Laorensius Windradi Rinto Wardono dan kakakku yang kedua bernama Synesius Rinang Sujiwo Bagus Satoto. Aku dibesarkan di sebuah desa di Jawa Tengah yaitu desa Banyubiru. Sejak lahir sampai saat ini aku besar di desa itu. Waktu kecil keseharianku selalu bersama kakek nenek, aku hidup bersama kakek nenek tetapi masih tinggal bersama orang tua dan kakak – kakakku. Tetapi saat pagi dan siang aku dirumah bersama kakek nenekku karena ayah ibukku bekerja. Kakakku yang pertama sekolah di salah satu seminari di Bogor, dan kakaku yang kedua juga masih sekolah di bangku SMP. Jadi saat aku belum sekolah aku dirumah hanya dengan kakek nenekku. Tetapi sampai aku sudah sekolah pun aku terbiasa dengan kakek nenek jadi aku lebih sering bersama kakek nenekku ketimbang bersama orang tua ku. Aku tidur pun bersama kakek nenek.
Saat aku ber umur 5 tahun, aku di masukkan ke sebuah Taman Kanak – kanak (TK) di desa Banyubiru. Saat – saat pertama masuk sekolah aku malu karena tidak ada teman yang aku kenal. Aku mempunyai teman cowok dia juga masih saudara aku, rumah nya ada didepan rumahku namanya Genta. Rumah kita berhadapan dan waktu kecil aku hanya mempunyai teman satu yaitu Genta itu. Tetapi Genta masuk ke TK yang lain di Banyubiru juga namun jaraknya lumayan jauh dari TK ku. Waktu TK aku diantar dan ditunggu oleh nenekku sampai aku selesai sekolah. Terkadang jika aku capek selalu digendong dengan nenekku. Tetapi waktu aku TK besar aku memutuskan untuk ditinggal saja, hanya diantar dan dijemput saja karena aku sudah mengenal banyak teman disana dan guru – gurunya pun sangat baik dan ceria. Sebenarnya TK ku tidak terlalu jauh dari rumahku, tetapi untuk menuju TK, aku harus menyeberang jalan terlebih dahulu. Waktu TK aku sangat aktif melakukan kegiatan – kegiatan seperti menyanyi, menari, menggambar, bersepeda. Kegiataan seperti itu sangat seru dan menyenangkan pada saat itu. Aku sering disuruh perfom – perfon disuatu acara entah itu acara gereja, acara desa, maupun acara sekolah. Aku juga sudah mulai mengikuti lomba – lomba sejak TK, lomba menyanyi, menari, dan menggambar semua aku coba.
TK besar aku diikutkan lomba fashion show aku beertemu ddengan teman – teman baru lagi sungguh asik rasanya. Aku latihan make up segala persiapan bareng dua anak yang juga mengikuti lomba fashion show, kedua anak itu bernama Marsya dan Jeanny. Setelah kita latihan bareng selama berminggu – minggu kita pun sampai di hari h, kita lomba kita berbaris dan beraya bersama. Sambal menunggu pengumuman kita main – main dan berfoto – foto bareng untuk kenang - kenangan. Yang ditunggu – tunggu pun tiba, saat pengumuman kita mendapatkan juara semua, Bahagia sekali rasanya kita bisa juara semua. Jeanny juara 1, aku juara 2, dan Marsya juara 3. Setelah selesai kita pulang dan aku jadi jarang ketemu lagi sama mereka. Marsya terkadang masih bertemu karena orang tua kita dekat jadi masih bisa ketemu itu pun juga jarang. Kalau Jeanny sudah tidak pernah bertemu lagi semenjak selesai lomba itu.
Sekarang waktunya untuk masuk SD, umurku sudah 7 tahun. Saat itu teman – temanku sangat banyak dan menyenangkan. Kebetulan aku dimasukkan ke SD dimana ibuku mengajar di SD tersebut, nama SD nya adalah SDN Banyubiru 01, itu merupakan SD terfavorit di desaku, ya walaupun hanya di desaku tetapi aku sangat bangga. Jarak antara SD dengan rumahku tidak terlalu jauh, jadi jika berangkat aku diantar bapak bareng dengan ibuk sekalian, terus waktu pulang aku jalan kaki bareng dengan temen – temen kelasku. Sehabis pulang sekolah aku sampai dirumah langsung ganti baju kemudian makan. Nenekku tidak pernah absen dalam mengingatkan aku untuk makan. Setelah makan aku langsung disuruh tidur, dulu tidur siang rasanya sangat membosankan karena aku tidak bisa main diluar. Tetapi nenekku selalu saja menyuruhku untuk tidur siang. Saat bangun aku sering sekali kelewatan es krim kesukaanku, tetapi nenekku mengejar tukang es krim itu sampai tukang es nya berhenti, walaupun sudah sangat jauh nenekku tetap saja mengejar untuk aku. Jika sudah dapat dan aku sudah memakan es krim nya itu, aku dimandiin dan setelah mandi aku bermain keluar Bersama Genta. Jika sudah hampir magrip nenekku sudah panggil – panggil aku untuk pulang.
Kelas 2 SD aku ditunjuk untuk mewakili sekolah mengikuti lomba nyanyi ditingkat kecamatan. Setelah lomba aku dikabarkan menang dan ditunjuk untuk lanjut di tingkat kabupaten. Ditangkat kabupaten lebih banyak teman – teman dibandingkan ditingkat kecamatan, dan ditingkat kabupaten suaranya bagus – bagus. Saat dikabupaen aku tidak lolos dan harus pulang tanpa membawa apa – apa. Lawannya memang bsgus – bagus, mungkin aku kurang berlatih lagi.
Diwaktu naik kelas 3 aku dibohongi semua guru kalau aku ga naik kelas dan pas pembagian rapot katanya aku dinaikkan karena guru – guru tidak enak dengan ibukku. Tapi aku liat nilaiku bagus – bagus semua tidak ada yang tidak beres sepertinya. Aku percaya – percaya aja dengan omongan guru – guru karena namanya juga masih anak – anak yang polos dan gampang dibohongi. Aku ditunjuk lagi mengikuti lomba seperti tahun yang lalu dan hanya sampai di kabupaten saja, aku tidak lolos lagi. Tetapi aku bertemu dengan orang yang sama, orang nya besar gendut suaranya bagus banget, aku selalu bertemu anak itu setiap kali aku masuk di tingkat kabupaten. Suaranya memang sangat bagus dan sudah matang, dia yang selalu menjadi juara 1 nya.
Dipertengahan semester tidak kusangka kakekku meninggalkan aku dan keluargaku. Pada sat itu aku tidak diberitahu mau pu dijemput di sekolah. Ibukku tidak masuk sekolah dari semenjak kakekku dirumah sakit, jadi pada saat itu aku sekolah lalu waktu pulang dijalan aku dikasih tau tetanggakku kalo kakekku sudah tiada. Aku kaget dan langsung bergegas lari kerumah, dan ternyata dirumah sudah banyak orang. saat itu aku hancur benar – benar hancur, itu merupakan patah hatiku yang pertama kali. Kehilangan kakek memang sangat sakit, kakekku yang selalu membela aku jika aku terkena marah oleh siapapun. Kakekku yang selalu ada saat aku kesusahan ataupun membutuhkan petolongan. Apapun rela dilakukkan kakekku demi aku. Kakek nenek memang paling terbaik bagi cucu – cucunya. Setelah kakek meninggal nenek masih sering kali terbayang – bayang kakek. Jika ada suara disebelah rumah, nenek selalu mengira kalau itu kakek. Sedih banget melihat nenek seperti itu. Walaupun tidak ada kakek, nenek tidak kesepian karena ada aku yang selalu menemaninya. Diumur nenek yang sudah lumayan senja, nenek masih tetap semangat membuat kerajinan – kerajinan untuk dijual, membuat masakkan – masakkan untuk dijual. Walaupun nenekku memasak menggunakan kayu tetapi rasa masakkannya sangat sedap. Sampai aku sebesar itu aku masih diurus oleh nenek.
Beberapa bulan kemudian setelah kakeku meninggal aku, bapak, dan ibuku pindah rumah tapi masih satu desa dengan rumah nenek namun rumahku ada dipojok selatan desa dan rumah nenek ada dipojok utara desa. Kakakku Rinang memilih tinggal bersama nenek karena transportasi dia kesekolah lebih mudah dirumah nenek dari pada dirumah bapak. Pada saat itu kakakku yang Rinto juga sudah lulus dari seminari, dia memutuskan untuk tidak melanjutkan menjadi romo karena suatu alasan dan dia memutuskan kuliah di bidang design grafis. Tidak sampai lulus S1 dia memilih pulang kerumah dan tidak melanjutkan kuliahnya lagi. Dia memilih kerja didekat rumah saja. Saat itu aku tidak terlalu dekat dengan kakakku Rinto karena aku tidak pernah bertemu dengan dia dan dia selalu menggunakan Bahasa Indonesia yang terkadang aku sedikit tidak mengerti artinya apa. Dan juga dia tinggal bersama nenek jadi jarang ketemu dengan aku.
Hingga satu tahun kemudian nenekku menyusul kakekku☹. Benar – benar sesakit itu, kakakku sampai sakit tifus karena ditinggal nenek. Tidak tau gimana kalau tidak ada nenek, aku pasti akan sering kesepian. Setelah nenek tiada aku benar – benar kesepian karena memang aku terbiasanya dengan kakek nenekku. Aku tidak terbiasa sangat tidak terbiasa dengan kakakku karena aku juga jarang ketemu dengan mereka, selain itu dulu kakakku yang ada dirumah sangat pendiem, jadi aku rasanya canggung dengan dia. Tetapi mau tidak mau aku harus menerima semua itu.
Kelas 4 semester 2 ada lomba lagi dan aku terpilih untuk mewakili kecamatan lagi untuk maju ke tingkat kabupaten. Lagi – lagi bertemu dengan anak itu lagi di kabupaten. Saat itu mukanya sangat judes jadi aku tidak berani menyapanya dulu. Tetapi ibukku dan bapaknya anak itu sudah berkenalan dan berbincang – bincang saat bertemu anak itu satu tahun yang lalu, ibukku dan ayahnya anak itu sampai akrab karena selalu ketemu saat lomba di kabupaten. Dan anak itu yang selalu menjadi juara satunya.
Satu tahun berlalu semenjak nenekku meninggal, aku sudah mulai terbiasa tanpa kakek dan nenek, dan saat ini aku duduk dibangku kelas 5 SD. Walaupun masih canggung dengan kakaku Rinang tetapi aku sudah mulai sangat dekat dengan ayah ibuku. Kelas 5 semester 2 SD ku mengadakan ekstrakulikuler baru yaitu drumband. Saat itu setiap siswa yang berminat untuk mengikuti ekstrs itu disuruh bayar Rp100.000,00 karena untuk membeli peralatan drumband nya. Saat masuk ekstra itu aku langsung dipilih menjadi bendera yang menari – nari menggunakan bendera. Ekstra itu diaksanakan seminggu sekali pada sore hari pukul 15.00 WIB. Jadi siswa disuruh pulang terlebih dahulu jika sudah jam pulang dan berangkat kembali pukul 15.00 WIB. Saat karnafal kita selalu tampil dan menjadi juara umumnya.
Setelah naik kelas 6 aku ditunjuk menjadi gitapati untuk memberi aba – aba pada drumband. Jika ada latihan aku hanya diam tetapi harus tetap berangkat. Dan nanti pada saat latihan sambal jalan baru aku ikut. Karnafal tahun itu rutenya sangat jauh tetapi sangat seru dan tidak bisa dilupakan. Setelah karnafal aku ditunjuk lagi untuk maju kekabupten lomba menyanyi. Dan bertemu dengan anak itu lagi, aku tidak berani bertanya namanya karena dia tidak ada senyum – senyumnya dengan aku jadi aku juga tidak berani bertanya terlebih dahulu. Sudah pasti dia lagi yang menjadi juaranya.
Kelas 6 sudah hampir selesai dan aku sudah mulai memasuki ujian – ujian dan try out -try out. Saat itu udah sangat padat tambahan – tambahan sudah mulai memadat kan waktu ku saja. Puji Tuhan ujian – ujian sudah terlaksana dengan baik dan lancar, tinggal menunggu pengumuman saja. Waktu warsana warsa pun tiba dan hasil ujian dibagikan. Puji Tuhan aku dinyatakan lulus dengan nilai yang memuaskan, rata – rata ujian SD ku yaitu 8 lebih. Saat melihat nilaiku aku menjadi bimbang mau meneruskan di swasta SMP Pangudi Luhur Ambarawa yang sudah aku daftar sejak jauh – jauh hari atau ke negri favorit yaitu SMPN 2 Ambarawa. Teman – temanku banyak yang meneruskan ke SMPN 2 Ambarawa, sedangkan di SMP Pangudi Luhur Ambarawa hanya aku dan temenku satu saja.
Tetapi orang tuaku menyarankan untuk aku masuk ke SMP Pangudi Luhur Ambarawa saja, karena kakak – kakakku semua lulusan dari sana dan sudah berpengalaman kalau SMP Pangudi Luhur Ambarawa itu bagus dan berkualitas. Akhirnya aku memutuskan untuk meneruskan di SMP Pangudi Luhur Ambarawa. Aku hanya bersama temanku dari SD ku itu satu dan Genta juga meneruskan disana, tetapi saat pembagian kelas namaku tidak tertulis dipapan pengumuman, aku sudah bingung ternyata kelewatan. Aku masuk kelas yang berbeda dengan teman – temanku. Tetapi saat aku masuk kelasnya aku langsung diajak kenalan dengan 2 anak yang bernama Anne dan Kanaya. Kita cerita – cerita satu sama lain sampai kita akrab dan kita dipisah lagi kelasnya. Kelas yang tadi itu hanya untuk kelas MOS saja atau kelas sementara saja. Setelah tiga hari mengikuti MOS, kelas yang menjadi tempat belajar atau kelas tetap diumumkan pada penutupan MOS hari terakhir. Saat pembagian ternyata aku masih satu kelas dengan Anne yaitu dikelas 7F, tetapi Kanaya tidak satu kelas dengan kita dia mendapat kelas 7B.
Setelah kita mendapatkan kelas kita langsung disuruh masuk ke kelas yang sudah dibagikan. Kelasku berada diatas sendiri diantara angkatan kelas 7 lainnya. Aku menjadi sangat dekat dengan Anne dan kemudian Anne tiba – tiba meninggalkan aku dan bermain dengan teman kelasku yang lain. Saat itu sekolahku ada wisata rohani ke Yogyakarta. Anne dan teman – temannya satu bus dengan aku tetapi dia ada dibelakang ikut dengan teman – temannya dan aku ada di depan duduk dengan Sonya. Aku tidak tau apa salahku sampai Anne tidak lagi mengajakku bermain. Tapi tidak apa – apa, masih ada banyak teman dikelasku aku di Yogyakarta tidak bersama Anne juga seru – seru saja.
Tetapi setelah itu setiap kali jam istirahat aku tidak pernah keluar ke kantin karena Anne juga sudah meninggalkanku dulu dengan teman – temannya. Aku hanya bermain dikelas saja. Tapi saat itu perasaanku sungguh biasa saja melihat Anne seperti itu denganku dan aku juga tidak terlalu kepikiran dengan sikap Anne kepadaku saat itu, aku masih tetap semangat sekolah dan tidak ada yang berubah setelah Anne bersikap seperti itu kepadaku. Hanya saja yang berubah tidak ada Anne yang aku aja bercerita, bermain, dan belajar bareng lagi. Hanya aku sendiri yang menjalani sekolahku dengan semangat, tidak ada teman untuk aku berbagi cerita pribadiku karena aku belum menemukan teman yang satu frekuensi lagi denganku.
Beberapa pekan kemudian aku mulai deket dengan teman – teman Anne dan juga aku kembali dekat lagi dengan Anne. Setelah berbincang – bincang dengan teman – teman Anne aku merasa sangat cocok dan merasa satu frekuensi dengan mereka. Akhirnya kita bermain bersama, belajar bersama, dan saling bercerita satu sama lain. Ternyata sangat menyenangkan dan sangat seru mempunyai banyak teman, saat itu teman – temanku ada Anne, Agnes, Firma, Puspa, Tony, dan Rexy. Saat itu ekstrakulikuler sudah banyak yang dimulai termasuk ekstrakulikuler yang aku ikuti yaitu paduan suara. Temen – temenku yang cewek semuanya ikut paduan suara kecuali Puspa, Puspa anaknya sangat tomboy dan dia hanya minat dibidang olahraga. Kita yang mengikuti paduan suara sangat banyak sekali hingga pembimbingnya memutuskan untuk seleksi yang bisa ikut ekstra ini. Dan ternyata setelah diseleksi hanya Anne yang tidak lolos dan harus pindah ekstrakulikuler yang lain.
Kelas 7 semester 2 bapak memutuskan untuk kembali kerumah nenek karena kakak – kakakku tidak mau diajak tinggal dirumah bapak. Aku kembali kerumah nenek dan bertemu dengan teman – temanku kecil lagi. Semenjak aku kembali kerumah nenek aku berangkat sekolah naik angkutan umum bareng temen kecilku Genta dan Yosua. Semakin lama aku menjadi sangat akrab dengan kakak – kakakku dan kakakku yang Rinang juga sudah tidak terlalu tertutup seperti dulu lagi dan malah menjadi sangat dekat denganku. Kakakku Rinto sibuk bekerja jadi jarang bertemu jadi membuatku tidak terlalu dekat dengan nya. Tetapi setiap kali dia pulang dia selalu menggodaku karena memang kakakku yang Rinto sangat humoris dan banyak bicara.
Pada saat kelas 8 semua siswa diacak lagi kelasnya aku menjadi mempunyai sangat banyak teman dikelas 8, karena bertemu dengan teman – teman dari berbagai kelas. Kelas 8 memang masa – masa yang sangat indah dan menyenangkan, dikelas 8 juga biasanya sudah timbul – timbul rasa suka atau tertarik dengan lawan jenis, cinta di SMP memang lebih asik dari pada di SMA karena belum mengenal toxic relationship. Salah satu dari teman kelasku cowok ada yang katanya sedang tertarik denganku, tapi itu anak guru yang selalu mengejekku jadi aku tidak berani macem – macem dengan anaknya. Pada waktu bersamaan sahabat Genta yang bernama Tio juga lagi berusaha mendekatiku, tetapi saat itu aku belum tertarik dengan siapa – siapa. Kemudian ada salah satu teman kelasku yang suka banget menjailiku dan menggangguku sampai aku benci banget dengan dia hingga males banget bertemu dengannya, cowok itu bernama Fika, tiada hari tanpa saling mengejek satu sama lain.
Pada saat itu sekolahku akan berangkat ke Bali untuk melakukan study tour, satu bus untuk satu kelas, aku masuk bus terakhir karena harus memasukan barang – barangku terlebih dahulu ke bagasi, aku menyuruh Agnes yang memilih tempat duduk yang nyaman lalu aku yang memasukan barang – barangnya Agnes ke bagasi. Ternyata setelah aku masuk bus Agnes memilihkan tempat duduk disebelah Fika aku rasanya sudah males banget tetapi mau gimana lagi sudah tidak ada tempat duduk lagi. Tidak apa - apa seenggaknya tidak sebelahan persis dengan Fika masih ada kembarannya yang duduk menghalangi aku dan Fika. Agnes minta tempat duduk yang disebelah jendela ya udah aku mengalah aku yang dideket jalan tengah. Awalnya disebelahku Fiki kembaran Fika namun setelah aku duduk tiba – tiba Fika ada disebelahku.
Awal – awal di perjalanan aku males banget dengan Fika, namun entah kenapa dia agak beda sikapnya dengan waktu dikelas sehari – hari. Sikapnya jadi lembut dan ternyata dia baik banget sama aku sikapnya kaya berbeda 180º dari biasanya dan agak sedikit perhatian. Aku pikir sudah lah mungkin dia emang lagi males gangguin aku dan mungkin sikapnya emang baik cuman aku aja yang tidak sadar toh juga baru kenal dikelas 8 ini. Saat udah sampai kita ke destinasi – destinasi yang sudah direncanakan oleh sekolah, sampai disalah satu pantai yang bernama Pandawa beach aku dijeburin sama temenku padahal itu aku niatnya tidak mau basah – basahan jadi aku tidak membawa baju ganti tapi untungnya temenku membawa baju ganti lebih. Pada saat dikamar mandi temenku bilang kalau ternyata dia tidak membawa dalaman terus aku bingung dan tidak sadar disebelah kamar mandiku ada Fika didalamnya.
Saat aku keluar kamar mandi aku terkejut kerana tiba – tiba ada Fika diluar kamar mandi dan dia langsung menyodorkan jaketnya ke aku sambil bilang “ini pake buat nutupin”. Aku terkejut berarti selama aku ganti dia mendengar pembicaraanku dan temanku dong. Ternyata saat aku sampai dibus teman – teman bus sebelah mengejek aku karena aku tidak memakai dalaman. Aku tidak tau kok mereka bisa tahu kalau aku tidak memakai dalaman padahal yang dikamar mandi cuman aku, temenku, dan Fika, ga mungkin banget Fika yang bilang kan Fika ada dikamar mandi dan Fika kembali ke busnya juga bareng aku. Teman – temanku mengejekku karena pada hari itu juga di luar negri sedang memperingati hari tanpa bra jadi temanku semakin semangat buat mengejekku. Fika langsung menyuruhku masuk ke bus dan dia juga langsung menutup gorden jendela agar teman – temanku tidak bisa mengejekku lagi. Aku udah capek banget itu dibus udah ga mikir apa – apa lagi diperjalanan menuju hotel. Sampai dihotel aku mandi dan beres – beres lalu aku rebahan, saat aku rebahan Agnes bilang ke aku
“ngomong – ngomong kamu sadar ga si gat, kok Fika baik banget hari ini sama kamu?” “
“lah iya yak ok aku baru ngeh” jawabku sambil bangun dari tempat tidur untuk bisa duduk
Aku satu kamar dengan Agnes, Anne, Putri satu kamar berisi 4 anak. Biasalah kalo anak putri berkumpul pasti akan ada perrumpian apa lagi kalo ada topik. Jadi Putri merupakan sahabat Fika sejak kelas 7 putri sudah apal banget gerak – gerik Fika kalau suka sama seseorang, ya seperti gerak – geriknya kepadaku itu kata Putri. Aku jadi takut kalau Fika beneran suka sama aku kan aku benci banget sama dia dan dia juga jail banget males banget ih.
Dan akhirnya aku malah jadian sama Fika padahal dulu kita tidak ada akur – akurnya. Ternyata ini rasanya benci jadi cinta. Setelah lumayan lama punya hubungan dengan Fika, tiba – tiba aku dapat kabar kalau Fika selingkuh dan aku mencoba ngomongin dengan Fika namun dia lebih memilih cewek lain dari pada aku. Ya sudah lah ya cowok kayak gitu gap antes disesali dan digalau in. aku langsung bisa iklas karena ada temen – temenku yang buat aku seneng.
Setelah beberapa bulan dari kejadian itu ada salah satu sahabat Genta yang katanya suka sama aku, dia benar – benar ngejar aku dia baik banget sama aku namanya Farell tapi entah kenapa aku ngga tertarik sama sekali. Sampai ada lagi yang mencoba mendekati aku sahabat Genta juga bernama Herja tapi aku tidak sadar kalau Herja juga sedang mencoba mendekatiku Farell pun masih mengejarku. Hingga mereka jadi sering main kerumah Genta dan juga rumahku karena rumahku dekat banget dengan rumah Genta. Aku menjadi sedikit risih sama Farell karena terlalu terobsesi sama aku, tetapi kalau Herja aku tidak tau kalau ternyata dia juga sedang mendekatiku, hingga dikemudian hari ada Adin yang tiba datang dikehidupanku dia juga merupakan salah satu sahabatnya Genta.
Adin tiba – tiba dating ke rumahku padahal itu aku belum pernah mengenlnya sama sekali. Dia kerumahku karena sahabat – sahabatnya yang lain ada dirumahku, kita berkenalan pada hari itu, kemudian malamnya dia mengirim pesan untukku tapi aku memutuskan untuk membalasnya besok. Paginya aku jawab pesan darinya, kebetulan hari itu aku ulang tahun. Siangnya Herja dan sahabatnya Oscar yang juga merupakan sahabatku dari kelas 7 datang kerumahku memberiku kue ulang tahun. Tidak lama Adin dan gigih sahabatnya juga datang kerumahku, waktu Adin sampai dirumahku Herja tiba – tiba pamit, ga tau dia kenapa.
Setelah lama saling mengenal, aku merasa sangat cocok dan nyaman bersama Adin. Akhirnya kita memutuskan untuk pacaran. Hingga ternyata orang tua kita sudah saling mengenal sejak dulu. Ayah Adin merupakan teman SMA dari bapakku, dan ibu Adin merupakan teman gereja ibuku dan katanya waktu aku dan Adin masih kecil kita sering main bareng karena ibu Adin sangat dekat dengan ibuku dan sering kerumahku. Aku tidak ingat kalau aku dan Adin pernah bertemu, Adin pun juga tidak ingat. Mungkin aku masih terlalu kecil jadi tidak ingat. Setelah naik kelas 9 aku memutuskan untuk berhenti menjalankan hubungan itu karena ada suatu masalah. Setelah lulus SMP aku berpisah dengan Adin, dia ada di SMA Don Bosko Semarang dan aku ada di SMA Videl Bawen. Di SMA ternyata aku bertemu kembali dengan teman kecilku yang bernama Jeanny sekarang menjadi teman sekelasku. Anak yang selalu juara di kabupaten waktu SD yang sangat judes denganku itu ternyata sekarang menjadi sahabatku namanya Veni.
Komentar
Posting Komentar